Hukum Qurban Dari Iuran Siswa Sekolah Dalam Islam

Bismillahirrohmanirrohim... assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh

Sahabat muslim yang dirahmati oleh Alloh. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Tidak terasa bulan Dzulhijjah akan kita temui beberapa hari lagi, dimana umat Islam akan menjalankan ibadah Haji dan menjalankan ibadah Qurban bagi yang mampu.

Qurban merupakan ibadah sunnah yang boleh dijalankan oleh orang-orang yang memenuhi syarat dan ketentuannya. Seperti mampu, akil, baligh, dan ketentuan-ketentuan lain yang sudah disyariatkan. Orang yang mau berkurban, dihari kiamat nanti hewan yang mereka qurbankan akan menjadi tunggangannya saat melewati sirath.

Maka tak sedikit orang yang ingin berqurban saat hendak bulan Dzulhijjah. Tanpa terkecuali para siswa-siswi yang ada di sebuah lembaga juga turut serta melakukan sembelihan hewan qurban.

Namun yang menjadi permasalahan adalah bagaimana jika suatu lembaga mengadakan iuran wajib kepada setiap murid guna membeli sapi/kambing untuk dikurbankan, apakah itu dinamakan kurban ? Bagaimana fiqih memandang permasalahan ini ?

Perlu kita ketahui bahwa sapi/kambing hasil iuran wajib siswa tersebut tidak dinamakan Qurban, akan tetapi menjadi Sodaqoh biasa, dalam arti niat Qurban tapi tidak memenuhi syarat. Itu pahalanya tidak dapat pahala Qurban, tapi tetap mendapat pahala sedekah biasa. Dalam hal ini pihak sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan iuran tersebut, berbeda jika buat seragam atau apa yang berhubungan dengan sekolah, maka diperbolehkan.

Referensi:
Al-Iqna’ Lisy Syarbini. Juz 2 Hal. 589.
Sirojul Munir. Juz 3 Hal. 406.

Sekian pembahasan tentang Hukum Qurban Dari Hasil Iuran Siswa-Siswi, semoga dapat menjadi pemecah permasalahan yang terjadi dan kiranya pihak sekolah atau lembaga dapat mengetahui hukum tersebut.


Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama